Sabtu, 25 Februari 2012

" Renungan Kita", 9 Catatan Kritis Atas Fitnah Film ‘?’




Abdul Halim
Reporter Suara Islam Online

 
Meski telah diprotes keras Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI), namun ternyata pimpinan SCTV, stasiun televisi swasta yang berfaham Sepilis (sekularis, pluralis dan liberalis), nekat memutar film ‘?’ 

Karya sutradara yang juga berfaham sepilis, Hanung Bramantyo, pada Jum’at malam pukul 23.00 wib sampai Sabtu dinihari pukul 01.30 wib, (24-25/2/2012).
 

Sudah dapat dipastikan, film ‘?’ karya Hanung Bramantyo dapat disejajarkan dengan film ‘Fitna’ karya seorang anggota Parlemen Belanda, Great Wilders, karena sama-sama menfitnah dan menghina Islam dan umat Islam. 

Tahun lalu film ‘?’ sudah menuai protes dari umat Islam Indonesia sehingga sepi penonton. Sebenarnya stasiun televisi swasta SCTV sudah diperingatkan delegasi FUI dan FPI yang datang sehari sebelum film berkualitas rendah itu diputar. 

Namun dengan dalih telah melakukan perjanjian dengan para pemasang iklan, pimpinan SCTV nekat memutarnya. 

Jelas dalam kasus ini pimpinan SCTV telah terlibat konspirasi untuk menghina dan merendahkan martabat Islam dan umat Islam Indonesia khususnya dan seluruh dunia pada umumnya.
 

Dalam pengamatan Suara Islam Online yang telah menyaksikan secara langsung film ‘?’, kualitas film karya Hanung Bramanyto itu sengat rendah dan penuh dengan fitnah dan adu domba terhadap umat Islam. 

Seperti film karya Hanung Bramantyo sebelumnya ‘Perempuan Berkalung Sorban’ yang menyebarkan faham Komunisme. 

Sedangkan film ‘Sang Pencerah’ dimana aktor utamanya yang memerankan KH Ahmad Dahlan (Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah), Lukman Sardi, adalah seorang murtad.
 

Sebuah film akan dinilai bagus jika memenuhi 4 pilar utama yakni mengedepankan etika, moral, agama dan sosial.  

Padahal dalam film ‘?’ ini keempat unsur itu tidak ada sama sekali, malah diganti dengan menghina Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, merendahkan martabat umat Islam, mengedepankan fitnah dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam, penuh dengan adu domba, memecah belah bangsa dan negara, menyebarkan faham Sepilis bahkan kemusyrikan.
 

Berikut ini 9 cacatan merah atas film "?" yang pada pertemuan FPI-FUI dengan redaksi SCTV Kamis malam (23/2/2012) juga telah saya sampaikan.   
 

Pertama, ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap seorang pendeta, kemudian bagian akhir ditutup dengan pengeboman terhadap Gereja. 

Jelas secara tersirat dan tersurat, film ‘?’ menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam identik dengan kekerasan, bom dan terorisme.
 

Kedua, menjadi murtad yang dilakukan Rika (Endhita) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. 

Padahal dalam Islam murtad adalah suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama dengan membunuh dan berzina yang dirajam.
 

Ketiga, muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang ada masakan babinya. 

Anda ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat Islam.
 

Keempat, seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja pada perayaan Paskah. 

Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan Ustad Wahyu (David Chalik) yang berfikiran sesat menyesatkan dan berfaham  sepilis. 

Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi mengejar bayaran tinggi, Surya langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. 

Padahal Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan mengajarkan Tauhid.
 

Kelima, pada Hari Raya Idul Fitri yang penuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina milik Tan Kat Sun yang tetap buka sehari setelah Lebaran. 

Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya  Tan Kat Sun meninggal dunia.
 

Keenam, si murtadin Rika minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena dendam, kemudian dia menjadi murtad. 

Sudah jelas sang surtadara Hanung Bramantyo ingin mengajak penonton agar membenci poligami dan membolehkan murtad sebagai sebuah pilihan hidup. 

Padahal Islam membolehkan poligami dan dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman hukuman qishash. Atau hukuman mati.
 

Ketujuh, film ‘?’  menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan dibacakan seorang Pastur (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. Masya Allah !
 

Kedelapan, film ‘?’ menfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan Cina. 

Padahal sesungguhnya meski mayoritas mutlak, umat Islam Indonesia dalam kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta Cina yang menguasai politik, ekonomi dan media massa. 

Hanung Bramantyo pura-pura tidak mengetahui kondisi umat Islam di negara lain yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. 

Mereka sekarang dalam kondisi tertindas oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. 

Jadi film ‘?’ benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh kebencian terhadap Islam dan dendam terhadap umat Islam.
 

Kesembilan, film ‘?’ mengajarkan kemusyrikan, atheisme dan komunisme dimana menganggap semua agama itu pada hakekatnya sama untuk menuju tuhan yang sama. 

Padahal kalau semua agama itu sama, maka orang tidak perlu beragama sehingga menjadi atheis atau komunis. 


Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar